FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KESEMBUHAN PASIEN TUBERCULOSIS PARU DI PUSKESMAS BABAKAN KABUPATEN CIREBON

Penulis

  • Lusiana Dwi Pujasari Universitas Bhakti Husada Indonesia
  • Rossi Suparman Universitas Bhakti Husada Indonesia
  • Mamlukah Universitas Bhakti Husada Indonesia
  • Cecep Heriana Universitas Bhakti Husada Indonesia

Abstrak

Tuberculosis terus menjadi penyebab kematian ke-10 di dunia dan membunuh sekitar 1,3 juta orang setiap tahunnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan kesembuhan pasien Tuberculosis Paru. Metode penelitian ini deskriptif analitik dengan dengan rancangan penelitian cross sectional. Subyek penelitian ini adalah pasien Tuberculosis Paru, sampel yang digunakan sebanyak 105 responden. Berdasarkan hasil uji Chi Square diperoleh adanya hubungan antara usia (p-value 0,040), jenis kelamin (p-value 0,030), pendidikan (p-value 0,038), kebiasaan merokok (p-value 0,014), lingkungan (p-value 0,000), peran Pengawas Menelan Obat (PMO) (p-value 0,000) dengan kesembuhan pasien Tuberculosis Paru di Puskesmas Babakan Kabupaten Cirebon. Variabel peran Pengawas Menelan Obat (PMO) merupakan variabel paling dominan yang berhubungan dengan kesembuhan pasien Tuberculosis Paru (OR=321,776). Diharapkan adanya pelatihan pengawas menelan obat untuk anggota keluarga pasien Tuberculosis agar tidak terjadi penularan penyakit Tuberculosis lebih banyak lagi

Referensi

Astuti, E., Siagian, M, L., & Azizah, H. (2025). Pengawas Menelan Obat Berperan Dalam Kepatuhan Minum Obat Pasien Tuberkulosis di Wilayah Puskesmas Balongbendo Sidoarjo. Jurnal Keperawatan, 14(1).

Butarbutar, M. H. (2018). Hubungan Perilaku dan Sanitasi Lingkungan dengan Pasien TB Paru. Journal of Borneo Holistic Health, 1(1), 51–61.

Kamaliza., & Kusumajaya, H. (2024). Faktor Faktor yang Berhubungan dengan Kekambuhan pada Pasien Tuberculosis Paru. Altra : Jurnal Keperawatan Holistik (AJKH), 1(2), 81-91.

Meiyanti, M., Bachtiar, A., Kusumaratna, R,K., Alfiyyah, A., Machrumnizar, M., Pusparini, P. (2024). Tuberculosis Treatment Outcomes and Associated Factors : A Retrospective Study in Nusa Tenggara Barat. PubMed Central.

Notoatmodjo. (2018). Promosi Kesehatan dan Prilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta, p118-140.

Ruditya, D, M. (2015). Hubungan Antara Karakteristik Penderita TB dengan Kepatuhan Memeriksakan Dahak Selama Pengobatan. Jurnal Berkala Epidemiologi, 3(2), 122-133.

Rosdiana, R. (2018). Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru Di Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji Makassar. Promotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(1), 78–82.

Rumaoolat, W., Lihi, M., Rengur, S. N. A., & Tunny, S. M. (2020). Hubungan tingkat pengetahuan dan sikap pengawas menelan obat (PMO) dengan kepatuhan pasien TB paru di wilayah kerja Puskesmas Perawatan Kairatu. Global Health Science, 5(2), 78–83. https://doi.org/https://doi.org/10.31219/osf.io/8rkdh.

Saragih, A, M, L., Indriyani, E., Ashri, E, A., & Syaefudin, A. (2024). Hubungan Peran Pengawas Minum Obat (PMO) dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien TB Paru di RS. Ml Ciledug. Medical Nurse Journal (MENU), 1(2).

Unduhan

Diterbitkan

04/09/2026

Cara Mengutip

Dwi Pujasari, L., Suparman, R. ., Mamlukah, & Cecep Heriana. (2026). FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KESEMBUHAN PASIEN TUBERCULOSIS PARU DI PUSKESMAS BABAKAN KABUPATEN CIREBON. Jurnal Mitra, 5(1). Diambil dari https://jurnal.mitrasmart.co.id/index.php/jm/article/view/186

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 > >>