ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA KADER DALAM PENANGANAN DAN PENCEGAHAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MAJA KABUPATEN MAJALENGKA 2025
Abstrak
Stunting merupakan masalah kesehatan global, pada tahun 2022 sebanyak 148,1 juta balita didunia mengalami stunting atau sekitar 22,3%. Salah satu upaya dalam penurunan angka stunting yaitu peningkatan kinerja kader. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Faktor-faktor yang Berhubungan dnegan Kinerja Kader dalam Penanganan dan Pencegahan Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Maja 2025. Metode penelitian ini yaitu Analitik Observasional dengan desain Cross Sectional, Populasi pada penelitian ini yaitu kader posyandu di Kecamatan Maja, sampel yang digunakan sebanyak 110 responden. Hasil dari analsisi Chi Square didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan signifikan antara Pengetahuan (p=0,000), Sikap (p=0,000) dan Pelatihan Kader (p=0,017) dengan kinerja kader. Kemudian tidak ada hubungan signifikan antara Pendidikan (p=0,521, Motivasi (p=0,499) dan Lama Kerja (p=0,1,000) dengan Kinerja Kader dalam Pencegahan dan Penangnan Stunting. Sikap Kader merupakan Variabel paling Dominan yang Berhubungan dengan Kinerja Kader dalam Penanganan dan Pencegahan Stuniting di Wilayah Kerja Puskesmas Maja Tahun 2025 dengan nilai Exp (B) (Odds Ratio) 140. Diharapkan kader dapat meningkatkan pengetahuan, motivasi dan sikap yang positif untuk dapat meningkatkan kinerja sehingga dapat memberikan pelayanan yang baik keapda balita sebagai upaya untuk mencegah dan mengurangi prevalensi Stunting
Referensi
Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka. (2023). Profil Kesehatan Kabupaten Majalengka
Indra Martua Nasution, Anto J. Hadi, & Haslinah Ahmad. (2023). Faktor yang Berhubungan dengan Keaktifan Kader dalam Pencegahan Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Pargarutan Kabupaten Tapanuli Selatan. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 6(4), 744–752. https://doi.org/10.56338/mppki.v6i4.3445
Kementerian Kesehatan RI. (2023). Buku Saku Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022.
Kusumawardani, A. S., & Muljono, P. (2017). Hubungan sikap dan motivasi kerja dengan kinerja kader posyandu (Kasus: Desa Coper dan Desa Kutuwetan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur) (Skripsi). Institut Pertanian Bogor. Repository Institut Pertanian Bogor.
Kusumayanti. (2022). Gambaran Motivasi Kader dalam Memberikan Pelayanan Posyandu di Desa Bukit Kemuning Wilayah Kerja UPT Puskesmas Sukaramai Tahun 2021. 1914202043.
Lazuli, N. S., Trisnawati, E., & Marlenywati, M. (2023). Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja kader posyandu dalam pelayanan kesehatan di Desa Limbung. Darussalam Nutrition Journal, 8(2)
Marini, I., Prakoso, A. D., & Hutagaol, E. K. (2023). Faktor yang berhubungan dengan kinerja kader dalam upaya pelaksanaan program posyandu balita. Journal of Nursing Practice and Education, 4(1), 16–21.
Mukhtar, Modding, L. & H. (2018). The Influence of Competence , Organizational Culture and Work Stress on Job Satisfaction and Performance of Sharia Bank Employees in Makassar. Journal of Research in Humanities and Social Sciencec, 6(5), 58–64.
Notoatmodjo. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta., 2018.
Sodikin. (2024). Hubungan karakteristik dengan kinerja kader posyandu. Journal of Midwifery Care.
World Health Organiztion. (2022). Prevalensi Stunting








