https://jurnal.mitrasmart.co.id/index.php/jm/issue/feedJurnal Mitra2026-04-09T10:24:08+00:00Ari Sulistyawatiari@mitrasmart.co.idOpen Journal Systems<p>Jurnal Mitra Pendidikan, Sosial Humaniora dan Kesehatan merupakan open access journal sebagai media publikasi hasil riset para pendidik, akademisi, kelompok peneliti dan masyarakat pemerhati sosial. jurnal terbit tiga kali dalam setahun, yaitu pada bulan Juni, Oktober dan Februari.</p> <p>Semua artikel akan dikelola oleh Dewan Redaksi, berupa review redaksi dan review konten secara double-blind methods oleh peer-reviewer</p>https://jurnal.mitrasmart.co.id/index.php/jm/article/view/189ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI 2026-04-09T05:59:19+00:00Francisca Aquelina Ximenes De Carvalhoari.sulistyawati@gmail.comCecep Herianaari.sulistyawati@gmail.comAbdal Rohimari.sulistyawati@gmail.comDewi Laelatul Badriahari.sulistyawati@gmail.com<p>Hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah menetap yang dapat menimbulkan komplikasi serius bila tidak dikendalikan. Kepatuhan dalam minum obat sangat penting untuk menjaga tekanan darah tetap stabil. Di Timor Leste, kasus hipertensi meningkat tajam dari 4.477 kasus pada tahun 2022 menjadi 141.000 kasus pada tahun 2023. Di Kota Dili, data menunjukkan adanya peningkatan kasus hipertensi pada lansia, dari 858 kasus pada 2022 menjadi 904 kasus pada 2023, dan meningkat signifikan menjadi 1.223 kasus pada 2024. Di Puskesmas Formosa, perkembangan kasus bersifat fluktuatif, dengan peningkatan dari 1.218 kasus pada 2022 menjadi 1.744 kasus pada 2024, kemudian menurun menjadi 1.267 kasus pada awal 2025. Secara keseluruhan, perkembangan tersebut menggambarkan tren peningkatan kejadian hipertensi pada lansia, meskipun terjadi penurunan pada periode terakhir pengamatan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat pada lansia penderita hipertensi di Puskesmas Formosa Timor Leste 2025. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah 93 lansia penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Formosa Timor Leste, dipilih menggunakan teknik disproportionate stratified random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square untuk melihat hubungan antar variabel. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan antara jenis kelamin (p=0,001), pendidikan (p=0,017), pekerjaan (p=0,000), pengetahuan (p=0,001), serta dukungan keluarga (p=0,048) dengan kepatuhan minum obat pada lansia hipertensi di Puskesmas Formosa. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, dan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada lansia penderita hipertensi di Puskesmas Formosa Timor Leste 2025. Saran : Lansia diharapkan rutin meminum obat sesuai anjuran tenaga kesehatan serta menjaga pola hidup sehat. Dukungan keluarga dan edukasi kesehatan perlu ditingkatkan guna meningkatkan kepatuhan terapi.</p>2026-04-09T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Mitrahttps://jurnal.mitrasmart.co.id/index.php/jm/article/view/180FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU MASYARAKAT UNTUK MENDAPATKAN PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT DI CENTRO SAUDE COMORO DILI TIMOR LESTE 20252026-03-06T07:11:19+00:00Maria Filomena Da Costa De Jesusmfilomena889@gmail.comRossi Suparmanrossisuparman@gmail.comSusiantoari.sulistyawati@gmail.comDewi Laelatul Badriahari.sulistyawati@gmail.com<p>Prevalensi karies aktif pada anak sekolah dasar di Timor Leste masih sangat tinggi, mencapai 84%, yang mencerminkan rendahnya kesadaran dan perilaku masyarakat dalam merawat kesehatan gigi dan mulut. Meskipun data menunjukkan peningkatan kunjungan di Centro Saude Comoro dari 2.396 pada tahun 2022 menjadi 10.745 pada tahun 2024, akan tetapi perilaku masyarakat dalam memanfaatkan layanan gigi masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku masyarakat dalam memanfaatkan pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Centro Saude Comoro Dili Timor Leste 2025. Jenis penelitian ini merupakan adalah observasional analitik dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik <em>Purpossive sampling</em> sebanyak 108 responden. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara usia (p=0,036), pendidikan (p=0,001), pekerjaan (p=0,003), akses ke fasilitas kesehatan (p=0,025), serta dukungan petugas kesehatan (p=0,013) dengan perilaku masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Centro Saude Comoro Dili Timor Leste 2025. Diharapkan agar masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan melalui pendidikan dan pembelajaran mandiri tentang pentingnya perawatan gigi dan mulut, serta memahami bahaya yang dapat timbul apabila tidak menjaga kebersihan dan kesehatan gigi secara rutin</p>2026-03-06T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Mitrahttps://jurnal.mitrasmart.co.id/index.php/jm/article/view/187FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 6-59 BULAN DI CENTRO SAUDE COMORO SUB DISTRITO DOM ALEIXO DILI TIMOR LESTE TAHUN 20252026-04-09T05:42:58+00:00Maria De Fatima Carvalhoari.sulistyawati@gmail.comMamlukahari.sulistyawati@gmail.comRossi Suparmanari.sulistyawati@gmail.comDwi Nastiti Iswarawantiari.sulistyawati@gmail.com<p><em>Stunting </em>merupakan permasalahan kesehatan global. <em>World Health Organization</em> (WHO) menunjukan bahwa sebanyak 148,1 juta balita mengalami <em>stunting </em>atau sekitar 22,3%. Timor Leste merupakan negara dengan prevalensi <em>stunting </em>tertinggi didunia yaitu sebesar 47% balita mengalami <em>stunting</em>. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Faktor-faktor apa saja yang Berhubungan dengan Kejadian <em>Stunting </em>pada Balita Usia 6-59 Bulan di Centro Saude Comoro Sub Distriti Dom Aleixo Dili Timor Leste. Metode penelitian ini yaitu adalah Observasi Analitik dengan desain <em>cross sectional,</em>teknik pengambilan sampel menggunakan <em>purposive sampling </em>sebanyak 100 responden. Hasil analisis <em>chi square </em>menunjukan bahwa terdapat hubungan signifikan antara Pendidikan Ibu (<em>p=</em>0,019), Pekerjaan Kepala Keluarga (<em>p=</em>0,011), Pendapatan Kepala Keluarga (<em>p</em>=0,025), Jarak ke Fasilitas Kesehatan (<em>p</em>=0,002), Riwayat Penyakit Infeksi (<em>p</em>=0,000) dan Dukungan Keluarga (<em>p=</em>0,000) dengan Kejadian <em>Stuning </em>pada Balita Usia 6-59 Bulan di Centro Saude Comoro Sub Distriti Dom Aleixo Dili Timor Leste. Diharapkan agar ibu selalu memberikan makanan yang sehat, bergizi dan beragam agar kebutuhan gizi balita tercukupi dan sebagai upaya pencegahan <em>stunting </em>pada balita.</p>2026-04-09T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Mitrahttps://jurnal.mitrasmart.co.id/index.php/jm/article/view/185ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PEKERJA DI PT GALIH ESTETKA INDONESIA 20242026-04-09T05:19:58+00:00Julian Jahid Azzuariari.sulistyawati@gmail.comDewi Laelatul Badriahari.sulistyawati@gmail.comEsty Febrianiari.sulistyawati@gmail.comMamlukahari.sulistyawati@gmail.com<p>Setiap tahun diperkirakan 2,78 juta pekerja meninggal dunia akibat kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Kecelakaan kerja di Indonesia mencapai 370.747 kasus. Metode penelitian ini deskriptif analitik dengan rancangan penelitian <em>cross sectional</em>. Subyek penelitian ini adalah karyawan bidang operator produksi, admin, supervisor dan manager operasional, sampel yang digunakan sebanyak 110 responden. Berdasarkan hasil uji <em>Chi Square </em>diperoleh adanya hubungan antara pengetahuan (<em>p-value </em>0,000), sikap (<em>p-value </em>0,000), motivasi (<em>p-value </em>0,000), pengawasan (<em>p-value </em>0,000) dan tidak ada hubungan antara shift kerja (<em>p-value </em>0,835) dan pendapatan (<em>p-value </em>0,716) dengan perilaku penggunaan alat pelindung diri pada pekerja PT Galih Estetika Indonesia 2024. Variabel pengetahuan merupakan variabel paling dominan yang berhubungan dengan perilaku penggunaan alat pelindung diri (OR=136,049). Diharapkan melakukan pengawasan terkait sikap pekerja saat bekerja dan menetapkan peraturan kewajiban penggunaan alat pelindung diri.</p>2026-04-09T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Mitrahttps://jurnal.mitrasmart.co.id/index.php/jm/article/view/192ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (AKDR) PADA AKSEPTOR KB DI PUSKESMAS COMORO-TIMOR LESTE 20252026-04-09T10:15:26+00:00Diogravicha Baimetanari.sulistyawati@gmail.comEsty Febrianiari.sulistyawati@gmail.comMamlukahari.sulistyawati@gmail.comRossi Suparmanari.sulistyawati@gmail.com<p><strong>Latar Belakang:</strong> Prevalensi kontrasepsi di Puskesmas Comoro yaitu 27% lebih rendah jika dibandingkan dengan Puskesmas lain yang berada di Kota Dili, seperti Puskesmas Formosa (43%) dan Puskesmas Vera Cruz (54%). <strong>Tujuan:</strong> Untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) pada akseptor Keluarga Berencana (KB) di Puskesmas Comoro-Timor Leste tahun 2025. <strong>Metode penelitian: </strong>Penelitian ini adalah Analitik observasional dengan desain <em>Cross-sectional</em>. Pengambilan sampel menggunakan teknik <em>accidental sampling </em>dengan jumlah 106 responden. Analisis data menggunakan analisis univariat, analisis bivariat dan analisis multiariat. <strong>Hasil Penelitian:</strong> Hasil analisis bivariat menggunakan uji <em>chi-square </em>didapatkan variabel usia dengan nilai p = 0,009, paritas dengan nilai p = 0,013, pengetahuan dengan nilai p = 0,000, sikap dengan nilai p= 0,039 dan dukungan suami dengan nilai p = 0,01. Hasil analisis multivariat didapatkan variabel pengetahuan merupakan faktor paling dominan dengan uji regresi logistic didapatkan hasil sig = 0,00 Exp(B)(95% CI) = 77,463 (6.992-858.160).</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Usia, paritas, pengetahuan, sikap, dan dukungan suami merupakan faktor yang berhubungan dengan pemilihan AKDR pada akseptor KB di Puskesmas Comoro-Timor Leste 2025.</p>2026-04-09T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Mitrahttps://jurnal.mitrasmart.co.id/index.php/jm/article/view/183ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS USIA PRODUKTIF DI PUSKESMAS COMORO KABUPATEN DILI TIMOR LESTE 20252026-03-30T09:09:19+00:00Augusto Pereira Guteresari.sulistyawati@gmail.comDewi Laelatul Badriahari.sulistyawati@gmail.comDwi Nastiti Iswarawantiari.sulistyawati@gmail.comEsty Febrianiari.sulistyawati@gmail.com<p>Diabetes Melitus merupakan penyakit metabolik kronis dengan prevalensi yang terus meningkat terutama pada kelompok usia produktif. Secara global, pada tahun 2024 diperkirakan terdapat lebih dari 537 juta orang dewasa yang hidup dengan diabetes. Jenis penelitian adalah analitik deskriptif dengan desain <em>Cross Sectional</em>. Populasi berjumlah 4.226 pasien dan sampel berjumlah 119 orang dengan menggunakan teknik <em>accidental sampling</em>. Ada hubungan yang signifikan antara pola makan (<em>p </em>= 0,000), kepatuhan minum obat (<em>p </em>= 0,002), dukungan keluarga (<em>p </em>= 0,000), kebiasaan merokok (<em>p </em>= 0,010) dan tingkat stress (<em>p </em>= 0,000) dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Comoro Kabupaten Dili Timor Leste 2025. Perlu adanya penguatan program edukasi dan konseling tentang manajemen DM, melaksanakan pemeriksaan gula darah rutin, pendampingan pasien melalui kader kesehatan, serta menyediakan program manajemen stres dan dukungan psikososial bagi pasien dan keluarga</p>2026-03-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Mitrahttps://jurnal.mitrasmart.co.id/index.php/jm/article/view/190ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI BALITA DI PUSKESMAS COMORO DILI TIMOR LESTE2026-04-09T09:59:27+00:00Luiza da Costaari.sulistyawati@gmail.comSusiantoari.sulistyawati@gmail.comRossi Suparmanari.sulistyawati@gmail.comCecep Herianaari.sulistyawati@gmail.com<p>Gizi memiliki peran penting dalam proses tumbuh kembang anak, terutama pada masa balita. Di Timor-Leste, prevalensi stunting mencapai 47,1%, wasting 8,6%, dan overweight 1,3%, menunjukkan kategori serius. Di Kota Dili tercatat stunting 46,7%, wasting 8,3%, dan overweight 1,3%, sedangkan di Centro Saude Comoro, Distrik Dom Aleixo, prevalensi stunting mencapai 41,5% pada tahun 2024. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi balita di Puskesmas Comoro, Dili, Timor-Leste Tahun 2025. Penelitian menggunakan metode observasional analitik dengan desain <em>cross sectional</em>. Sampel berjumlah 90 balita usia 6–59 bulan yang dipilih dengan teknik <em>disproportionate stratified random sampling</em>. Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, tabel WHO-NCHS, timbangan bayi, dan catatan pemantauan PMT. Analisis data menggunakan uji <em>Chi-square</em> dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pendidikan ibu (p=0,000; OR=6,714), riwayat penyakit infeksi (p=0,012; OR=3,879), pemeriksaan kesehatan rutin (p=0,002; OR=5,758), pemberian PMT (p=0,006; OR=4,397), dan ASI eksklusif (p=0,001; OR=9,857) dengan status gizi balita. Faktor yang paling dominan adalah pendidikan ibu. Disimpulkan Ada hubungan yang signifikan antara pendidikan ibu, riwayat penyakit infeksi, pengecekan kesehatan rutin, PMT dan status ASI eksklusif dengan status gizi balita. Pendidikan ibu adalah faktor yang paling dominan yang berhubungan dengan status gizi balita di Puskesmas Comoro Dili Timor Leste Tahun 2025</p>2026-04-09T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Mitrahttps://jurnal.mitrasmart.co.id/index.php/jm/article/view/181ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA KADER DALAM PENANGANAN DAN PENCEGAHAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MAJA KABUPATEN MAJALENGKA 20252026-03-06T07:15:47+00:00Dedi Supriadided.supriadi023@gmail.comCecep Herianaari.sulistyawati@gmail.comRossi Suparmanari.sulistyawati@gmail.comSusiantoari.sulistyawati@gmail.com<p><em>Stunting</em> merupakan masalah kesehatan global, pada tahun 2022 sebanyak 148,1 juta balita didunia mengalami <em>stunting </em>atau sekitar 22,3%. Salah satu upaya dalam penurunan angka <em>stunting </em>yaitu peningkatan kinerja kader. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Faktor-faktor yang Berhubungan dnegan Kinerja Kader dalam Penanganan dan Pencegahan <em>Stunting </em>di Wilayah Kerja Puskesmas Maja 2025. Metode penelitian ini yaitu Analitik Observasional dengan desain <em>Cross Sectional,</em> Populasi pada penelitian ini yaitu kader posyandu di Kecamatan Maja, sampel yang digunakan sebanyak 110 responden. Hasil dari analsisi <em>Chi Square </em>didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan signifikan antara Pengetahuan (<em>p</em>=0,000), Sikap (<em>p</em>=0,000) dan Pelatihan Kader (<em>p</em>=0,017) dengan kinerja kader. Kemudian tidak ada hubungan signifikan antara Pendidikan (<em>p</em>=0,521, Motivasi (<em>p</em>=0,499) dan Lama Kerja (<em>p</em>=0,1,000) dengan Kinerja Kader dalam Pencegahan dan Penangnan <em>Stunting. </em>Sikap Kader merupakan Variabel paling Dominan yang Berhubungan dengan Kinerja Kader dalam Penanganan dan Pencegahan <em>Stuniting </em>di Wilayah Kerja Puskesmas Maja Tahun 2025 dengan nilai Exp (B) (<em>Odds Ratio) </em>140. Diharapkan kader dapat meningkatkan pengetahuan, motivasi dan sikap yang positif untuk dapat meningkatkan kinerja sehingga dapat memberikan pelayanan yang baik keapda balita sebagai upaya untuk mencegah dan mengurangi prevalensi <em>Stunting</em></p>2026-03-06T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Mitrahttps://jurnal.mitrasmart.co.id/index.php/jm/article/view/188ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LEUWISARI KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 20252026-04-09T05:50:11+00:00Nanang Abdul Rohmanari.sulistyawati@gmail.comMamlukahari.sulistyawati@gmail.comRossi Suparmanari.sulistyawati@gmail.comDewi Laelatul Badriahari.sulistyawati@gmail.com<p>Penyakit Diabetes Melitus termasuk salah satu dari penyakit tidak menular yang dapat menyebabkan kematian tertinggi dan menempati urutan ketiga di dunia, <em>World Health Organization </em>(WHO) menunjukan prevalensi diabetes melitus di dunia pada tahun 2024 sebanyak 589 juta orang. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup Pasien diabetes melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2025. Metodologi penelitian ini yaitu menggunakan jenis penelitian Analitik Deskriptif dengan desain penelitian <em>Cross Sectional,</em> Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik <em>Purposive Sampling sebanyak</em> 110 responden. Hasil uji <em>Rank Spearman </em>menunjukan bahwa ada hubungan antara antara Tingkat Pendidikan (<em>p</em>=0,000), Lama Menderita (<em>p</em>=0,000), Dukungan Keluarga (<em>p</em>=0,000) dan Peran Petugas Kesehatan (<em>p</em>=0,000) dengan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus. Kemudian Tidak ada Hubungan antara Usia (<em>p=</em>0,963) dengan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus. Hasil Uji Regresi Logistik menunjukan bahwa variabel Dukungan Keluarga merupakan variabel paling dominan yang berhubungan dengan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus dengan nilai Exp(B)/<em>Odds Ratio </em>sebesar 8,674. Diharapkan agar penderita Diabetes Melitus dapat meningkatkan kualitas hidupnya dengan baik dengan menerapkan pola hidup sehat dan rutin memeriksakan kesehatan</p>2026-04-09T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Mitrahttps://jurnal.mitrasmart.co.id/index.php/jm/article/view/186FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KESEMBUHAN PASIEN TUBERCULOSIS PARU DI PUSKESMAS BABAKAN KABUPATEN CIREBON2026-04-09T05:31:06+00:00Lusiana Dwi Pujasariari.sulistyawati@gmail.comRossi Suparmanari.sulistyawati@gmail.comMamlukahsehat.life1@gmail.comCecep Heriana ari.sulistyawati@gmail.com<p><em>Tuberculosis </em>terus menjadi penyebab kematian ke-10 di dunia dan membunuh sekitar 1,3 juta orang setiap tahunnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan kesembuhan pasien <em>Tuberculosis </em>Paru. Metode penelitian ini deskriptif analitik dengan dengan rancangan penelitian <em>cross sectional</em>. Subyek penelitian ini adalah pasien <em>Tuberculosis </em>Paru, sampel yang digunakan sebanyak 105 responden. Berdasarkan hasil uji <em>Chi Square </em>diperoleh adanya hubungan antara usia (<em>p-value </em>0,040), jenis kelamin (<em>p-value </em>0,030), pendidikan (<em>p-value </em>0,038), kebiasaan merokok (<em>p-value </em>0,014), lingkungan (<em>p-value </em>0,000), peran Pengawas Menelan Obat (PMO) (<em>p-value </em>0,000) dengan kesembuhan pasien <em>Tuberculosis </em>Paru di Puskesmas Babakan Kabupaten Cirebon. Variabel peran Pengawas Menelan Obat (PMO) merupakan variabel paling dominan yang berhubungan dengan kesembuhan pasien <em>Tuberculosis </em>Paru (OR=321,776). Diharapkan adanya pelatihan pengawas menelan obat untuk anggota keluarga pasien <em>Tuberculosis </em>agar tidak terjadi penularan penyakit <em>Tuberculosis </em>lebih banyak lagi</p>2026-04-09T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Mitrahttps://jurnal.mitrasmart.co.id/index.php/jm/article/view/193FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI DESA COMORO KECAMATAN DOM ALEIXO KABUPATEN DISTRIK DILI 20252026-04-09T10:24:08+00:00Mateus Pintoari.sulistyawati@gmail.comDewi Lailatul Badriahari.sulistyawati@gmail.comCecep Herianaari.sulistyawati@gmail.comLely Wahyuniarari.sulistyawati@gmail.com<p><strong>Latar Belakang:</strong> Di Kota Dili 2023 tercatat 1.481 kasus, 2024 sebanyak 714 kasus. Di Kecamatan Dom Aleixo 2022 terdapat 2.342 kasus, 2024 turun menjadi 742 kasus, dan Januari hingga April 2025 tercatat 357 kasus. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian DBD di Desa Comoro, Kecamatan Dom Aleixo Distrik Dili 2025. <strong>Tujuan:</strong> Untuk Menganalisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Desa Comoro Kecamatan Dom Aleixo Kabupaten Distrik Dili 2025. <strong>Metode penelitian: </strong>Jenis penelitian observasi analitik dengan desain <em>Case Control</em>. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh 357 responden, sampel terdiri dari 20 kasus dan 20 kontrol dan diambil secara <em>purpossive</em> <em>sampling. </em>Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan kuesioner, kemudian data dianalisis dengan univariat dan bivariat. <strong>Hasil Penelitian:</strong> Analisis bivariat menunjukkan pendidikan (<em>p value= </em>0,022), pekerjaan (<em>p value=</em>0,049<em>),</em> pendapatan (<em>p value=</em>0,011), penggunaan kelambu (<em>p value=</em>0,026), penggunaan obat nyamuk (<em>p value=0,006</em>), dukungan petugas kesehatan (<em>p value=</em>0,004), keberadaan jentik nyamuk (<em>p value=</em>0,001), dan barang bekas (<em>p value=</em>0,009<em>)</em> berhubungan signifikan dengan kejadian DBD. <strong>Kesimpulan:</strong> Ada hubungan signifikan antara pendidikan, pekerjaan, pendapatan keluarga, perilaku menggunakan kelambu dan obat anti nyamuk, dukungan petugas kesehatan, keberadaan barang bekas dan keberadaan jentik nyamuk dengan kejadian DBD</p>2026-04-09T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Mitrahttps://jurnal.mitrasmart.co.id/index.php/jm/article/view/184ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN SINDROM DISPEPSIA PADA PERAWAT DI RSUD KHZ MUSTHAFA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 20252026-03-30T09:31:22+00:00Iman Firmansyahari.sulistyawati@gmail.comMamlukahari.sulistyawati@gmail.comRossi Suparmanari.sulistyawati@gmail.comAbdal Rohimari.sulistyawati@gmail.com<p>Populasi dispepsia di dunia mencapai 15-30% setiap tahun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan kejadian sindrom dispepsia. Metode penelitian ini deskriptif analitik dengan desain <em>cross sectional</em> dan sampel yang digunakan yaitu 176 responden. Berdasarkan hasil uji <em>Chi Square </em>diperoleh adanya hubungan antara usia (<em>p-value </em>0,027), jenis kelamin (<em>p-value </em>0,028), frekuensi makan (<em>p-value </em>0,017), jeda waktu makan (<em>p-value </em>0,002), pola makan (<em>p-value </em>0,046) dan stres kerja (<em>p-value </em>0,032) dengan kejadian sindrom dispepsia pada perawat di RSUD KHZ Musthafa Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2025. Variabel jenis kelamin merupakan variabel paling dominan yang berhubungan dengan kejadian sindrom dispepsia (OR=1,995). Diharapkan adanya edukasi untuk menghindari jenis makanan dan minuman yang bersifat mengiritasi lambung, membiasakan kebiasaan makan yang baik dan mengelola stres dengan baik</p>2026-03-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Mitrahttps://jurnal.mitrasmart.co.id/index.php/jm/article/view/191EVALUASI IMPLEMENTASI PELAYANAN HEMODIALISIS DI RSD GUNUNG JATI KOTA CIREBON TAHUN 2025 2026-04-09T10:09:37+00:00Evi Wulansariari.sulistyawati@gmail.comRustikaari.sulistyawati@gmail.comDwi Nastiti Ismarawantiari.sulistyawati@gmail.comRossi Suparmanari.sulistyawati@gmail.com<p><strong>Latar Belakang: </strong>Penyakit ginjal kronis merupakan salah satu masalah kesehatan dengan angka kejadian yang terus meningkat di Indonesia. Hemodialisis menjadi terapi utama bagi pasien dengan gagal ginjal stadium akhir. Rumah Sakit Daerah Gunung Jati Kota Cirebon sebagai rumah sakit rujukan regional telah menyediakan pelayanan hemodialisis, namun masih menghadapi berbagai tantangan dalam implementasinya. Evaluasi terhadap pelayanan hemodialisis dengan menggunakan kerangka Six Building Blocks of Health System penting dilakukan untuk menilai mutu pelayanan sekaligus memberikan rekomendasi perbaikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi pelayanan hemodialisis di Rumah Sakit Daerah Gunung Jati Kota Cirebon Tahun 2025 berdasarkan kerangka Six Building Blocks of Health System, yang mencakup aspek SDM, sistem informasi manajemen, sarana dan prasarana, pembiayaan, kebijakan dan kepemimpinan, serta pelayanan kesehatan.</p> <p><strong>Metode: </strong>Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan yang terdiri dari tenaga kesehatan, pengelola rumah sakit, serta pasien hemodialisis. Analisis data dilakukan dengan metode tematik berdasarkan enam komponen kerangka <em>Six Building Blocks</em> yaitu: SDM, sistem informasi manajemen, sarana-prasarana dan logistik, sistem pembiayaan, kepemimpinan dan kebijakan, serta pelayanan (service delivery).</p> <p><strong>Hasil: </strong>Penelitian menunjukkan bahwa tenaga kesehatan yang bertugas telah memiliki kompetensi sesuai standar, namun jumlahnya masih terbatas. Sistem informasi manajemen rumah sakit telah digunakan, meskipun belum sepenuhnya terintegrasi. Sarana dan prasarana pelayanan HD tersedia, namun jumlah mesin HD masih kurang sehingga menyebabkan waktu tunggu. Sistem pembiayaan didominasi oleh BPJS Kesehatan dan umumnya berjalan baik, meski terdapat kendala klaim. Dukungan pimpinan rumah sakit cukup kuat, namun evaluasi berkala masih perlu ditingkatkan. Pasien secara umum merasa puas terhadap sikap ramah tenaga kesehatan dan kepatuhan terhadap SOP, tetapi masih mengeluhkan keterbatasan fasilitas dan lama waktu tunggu.</p> <p><strong>Simpulan: </strong>Implementasi pelayanan hemodialisis di RSD Gunung Jati Kota Cirebon secara umum telah berjalan sesuai standar, namun masih terdapat hambatan berupa keterbatasan mesin, SDM, dan kendala logistik. Input, proses, dan output pelayanan saling terkait dan berpengaruh terhadap tingkat kepuasan pasien.</p>2026-04-09T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Mitrahttps://jurnal.mitrasmart.co.id/index.php/jm/article/view/182DETERMINAN KEMATIAN IBU DI KOTA TASIKMALAYA TAHUN 20242026-03-30T06:37:59+00:00Alin Lindasariari.sulistyawati@gmail.comMamlukahari.sulistyawati@gmail.comDwi Nastiti Iswarawantiari.sulistyawati@gmail.comLely Wahyuniarari.sulistyawati@gmail.com<p>Jumlah kematian ibu di daerah Kota Tasikmalaya tahun 2022 tercatat sebanyak 20 kejadian. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode analitik observasional dengan desain <em>case-control</em>. Populasi sebanyak 11.660 dengan jumlah kematian sebanyak 15 orang di Kota Tasikmalaya Tahun 2024. Teknik pengambilan sampel dilakukan perbandingan 1:4 yang artinya setiap individu yang meninggal akan dicocokkan 44 dengan 4 individu yang tidak meninggal sehingga sampel berjumlah 75 responden dengan 15 orang kelompok kasus dan 60 orang kelompok kontrol. Instrumen penelitian menggunakan lembar checklist. Analisis data yang digunakan univariat, bivariat dan analisis multivariat. Hasil analisis univariat menunjukkan sebagian besar usia ibu tidak berisiko, pada umumnya paritas tidak berisiko, pada umumnya tidak memiliki riwayat hipertensi, seluruhnya persalinan oleh nakes, pada umumnya riwayat ANC sesuai standar, sebagian besar memiliki riwayat komplikasi, pada umumnya status tidak meninggal. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan usia ibu (<em>p value </em>= 0,001), pariats (<em>p value</em> = 0,018), riwayat hipertensi (<em>p value = </em>0,029), penolong persalinan (<em>p value = </em>0,000), riwayat ANC (<em>p value = </em>0,019), riwayat komplikasi (<em>p value = </em>0,022) dan Riwayat ANC merupakan faktor paling dominan dengan kematian ibu di Kota Tasikmalaya tahun 2024.</p>2026-03-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Mitra