https://jurnal.mitrasmart.co.id/index.php/jm/issue/feed Jurnal Mitra 2026-01-19T03:10:51+00:00 Ari Sulistyawati ari@mitrasmart.co.id Open Journal Systems <p>Jurnal Mitra Pendidikan, Sosial Humaniora dan Kesehatan merupakan open access journal sebagai media publikasi hasil riset para pendidik, akademisi, kelompok peneliti dan masyarakat pemerhati sosial. jurnal terbit tiga kali dalam setahun, yaitu pada bulan Juni, Oktober dan Februari.</p> <p>Semua artikel akan dikelola oleh Dewan Redaksi, berupa review redaksi dan review konten secara double-blind methods oleh peer-reviewer</p> https://jurnal.mitrasmart.co.id/index.php/jm/article/view/173 FAKTOR KUNCI YANG BERHUBUNGAN DENGAN STUNTING PADA BALITA 2025-12-10T07:46:58+00:00 Emy Yulianti samsungs84499@gmail.com Elma Marsita yanti7889@gmail.com Lola Yunanda Putri yanti7889@gmail.com Oon Fatonah. A yanti7889@gmail.com <p><em>Stunting merupakan salah satu bentuk masalah gizi kronis yang hingga kini masih menjadi tantangan besar dalam pembangunan Kesehatan. Kalimantan Barat merupakan salah satu provinsi dengan prevalensi stunting cukup tinggi, mencapai 23%, sementara di Kota Pontianak prevalensi mencapai 6,98% dan </em><em>Puskesmas Perumnas 1 mendapati posisi ke 3 dengan jumlah 131 balita yang terkena stunting.</em> <em>Kondisi ini menegaskan bahwa stunting tetap menjadi isu kesehatan publik yang memerlukan perhatian serius, terutama pada tingkat pelayanan kesehatan dasar seperti puskesmas.</em><em> Tujuan menganalis hubungan</em> <em>faktor-faktor yang berhubungan terhadap kejadian stunting di Puskesmas Perumnas I Kota Pontianak</em><em>. Metode&nbsp; Penelitian Penelitian ini </em><em>merupakan penelitian kuantitatif, dengan menggunakan metode </em><em>survey analitik (case control)</em><em>, dengan menggunakan </em><em>pendekatan study retrospektif. Populasi target dalam penelitian ini adalah </em><em>seluruh balita di Wilayah Kerja Puskesmas Perumnas 1 Pontianak</em><em> pada saat penelitian, jumlah sampel </em><em>27 sampel sebagai kasus</em><em> (balita stunting)</em><em> dan 27 sampel sebagai kontrol</em><em> (balita tidak stunting) jadi seluruh sampel 54 orang dan mengunakan&nbsp; teknik consecutive sampling, tehnik pengumpulan data menggunakan </em><em>desain kohort prospektif</em><em> dan instrument yang digunakan cheklist dari data kohort, dan dokumentasi dari Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) balita, analisa data yang digunakan Uji Chi-square. dengan persetujuan komisi etik </em><em>No.</em><em>25/KEPK-PK.PKP/VII/D/2024. Hasil penelitian ada hubungan </em><em>Pendidikan ibu balita, ASI Ekslusif, MP ASI, ISPA, Infeksi Diare dan tidak ada hubungan status ekonomi ibu balita, status gizi ibu balita saat hamil, Berat Badan Lahir Rendah</em><em> terhadap Kejadian Stunting di Puskesmas Perumnas I Kota Pontianak </em></p> <p><em>Kata Kunci: Faktor Stunting, Stunting, Balita</em></p> 2025-12-15T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Mitra https://jurnal.mitrasmart.co.id/index.php/jm/article/view/176 A Identifikasi Senyawa Metabolit Sekunder Ekstrak Etanol Temu Kunci (Boesenbergia rotunda L.) dengan Metode Maserasi 2026-01-07T08:39:43+00:00 Siti Mutripah sitimutripah@gmail.com Lailatul Badriyah ari.sulistyawati@gmail.com <p>Keanekargaman hayati Indonesia yang sangat beragam memungkinkan banyak spesies tumbuhan untuk tumbuh dengan baik. Salah satu contoh tanaman yang mudah tumbuh di Indonesia adalah temu kunci (<em>Boesenbergia rotunda </em>L). Temu kunci (<em>Boesenbergia rotunda L</em>.) merupakan golongan tempah-rempah asli Indonesia. Tanaman ini masih jarang dibudidayakan dan dimanfaatkan. Alasan temu kunci belum dimanfaatkan secama optimal oleh Masyarakat disebabkan kandungan metabolit sekunder pada temu kunci yang belum banyak diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi metabolit sekunder pada temu kunci dengan menggunakan ekstrak etanol 96%. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan etanol 96% dalam proses ekstraksi memperoleh hasil yang baik dengan diperolehnya rendemen ekstrak sebanyak 16,5%. Hasil identifikasi metabolit sekunder menunjukkan bahwa temu kunci memiliki kandungan senyawa flavonoid, terpenoid dan steroid. Ketiga senyawa ini merupakan senyawa yang potensial sebagai agen anti bakteri, anti fungi dan antioksidan.</p> 2026-01-24T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Mitra https://jurnal.mitrasmart.co.id/index.php/jm/article/view/177 GAMBARAN PENGETAHUAN SANTRI TENTANG PENYAKIT SKABIES DAN PENCEGAHANNYA DI PONDOK PESANTREN KANZUL ULUM 2026-01-19T03:10:51+00:00 Luthfiana Nur ari.sulistyawati@gmail.com Eka Suci Daniyanti ari.sulistyawati@gmail.com Eddy Moeljono ari.sulistyawati@gmail.com Ratih Eka Fitrianingrum ari.sulistyawati@gmail.com <p><strong>Latar belakang:</strong> Skabies merupakan penyakit kulit yang umum terjadi dilingkungan padat penghuni seperti pondok pesantren. Penularannya dapat terjadi secara cepat melalui kontak langsung maupun tidak langsung, terutama pada santri yang tinggal bersama dan seri kali bertukar barang pribadi. Berdasarkan hal tersebut, maka pengetahuan santri tentang penyakit scabies penting untuk pencegahan penyebaran. <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan santri mengenai penyakit skabies dan pencegahannya di Pondok Pesantren Kanzul Ulum. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Populasinya adalah seluruh santri Pondok Pesantren Kanzul Ulum sebanyak 86 orang. Pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dikumpulkan melalui kuisioner dengan 13 pertanyaan, kemudian di analysis menggunakan distribusi frekuensi serta persentase. <strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian santri telah memiliki pengetahuan yang cukup baik mengenai pengertian, penyebab, serta cara penularannya. Namun masih terdapat sebagian santri yang belum memahami secara menyeluruh mengenai factor-faktor resiko dan cara penularannya. Pengetahuan santri mengenai upaya pencegahan juga cukup baik, namun masih perlu ditingkatkan khususnya, seputar pemahaman mengenai tidak berbagi barang pribadi. <strong>Kesimpulan:</strong> Secara umum, pengetahuan santri tentang skabies di Pondok Pesantren Kanzul Ulum cukup baik. Namun masih perlu upaya edukasi kesehatan untuk mengoptimalkan pengetahuan dan pemahaman santri mengenai skabies. Hal tersebut perlu dilakukan agar peningkatan pengetahuan di ikuti oleh peningkatan sikap dan perilaku mengenai pencegahan penyakit skabies.</p> 2026-01-19T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Mitra