EVALUASI IMPLEMENTASI PELAYANAN HEMODIALISIS DI RSD GUNUNG JATI KOTA CIREBON TAHUN 2025

Penulis

  • Evi Wulansari Universitas Bhakti Husada Indonesia
  • Rustika Universitas Bhakti Husada Indonesia
  • Dwi Nastiti Ismarawanti Universitas Bhakti Husada Indonesia
  • Rossi Suparman

Abstrak

Latar Belakang: Penyakit ginjal kronis merupakan salah satu masalah kesehatan dengan angka kejadian yang terus meningkat di Indonesia. Hemodialisis menjadi terapi utama bagi pasien dengan gagal ginjal stadium akhir. Rumah Sakit Daerah Gunung Jati Kota Cirebon sebagai rumah sakit rujukan regional telah menyediakan pelayanan hemodialisis, namun masih menghadapi berbagai tantangan dalam implementasinya. Evaluasi terhadap pelayanan hemodialisis dengan menggunakan kerangka Six Building Blocks of Health System penting dilakukan untuk menilai mutu pelayanan sekaligus memberikan rekomendasi perbaikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi pelayanan hemodialisis di Rumah Sakit Daerah Gunung Jati Kota Cirebon Tahun 2025 berdasarkan kerangka Six Building Blocks of Health System, yang mencakup aspek SDM, sistem informasi manajemen, sarana dan prasarana, pembiayaan, kebijakan dan kepemimpinan, serta pelayanan kesehatan.

Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan yang terdiri dari tenaga kesehatan, pengelola rumah sakit, serta pasien hemodialisis. Analisis data dilakukan dengan metode tematik berdasarkan enam komponen kerangka Six Building Blocks yaitu: SDM, sistem informasi manajemen, sarana-prasarana dan logistik, sistem pembiayaan, kepemimpinan dan kebijakan, serta pelayanan (service delivery).

Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa tenaga kesehatan yang bertugas telah memiliki kompetensi sesuai standar, namun jumlahnya masih terbatas. Sistem informasi manajemen rumah sakit telah digunakan, meskipun belum sepenuhnya terintegrasi. Sarana dan prasarana pelayanan HD tersedia, namun jumlah mesin HD masih kurang sehingga menyebabkan waktu tunggu. Sistem pembiayaan didominasi oleh BPJS Kesehatan dan umumnya berjalan baik, meski terdapat kendala klaim. Dukungan pimpinan rumah sakit cukup kuat, namun evaluasi berkala masih perlu ditingkatkan. Pasien secara umum merasa puas terhadap sikap ramah tenaga kesehatan dan kepatuhan terhadap SOP, tetapi masih mengeluhkan keterbatasan fasilitas dan lama waktu tunggu.

Simpulan: Implementasi pelayanan hemodialisis di RSD Gunung Jati Kota Cirebon secara umum telah berjalan sesuai standar, namun masih terdapat hambatan berupa keterbatasan mesin, SDM, dan kendala logistik. Input, proses, dan output pelayanan saling terkait dan berpengaruh terhadap tingkat kepuasan pasien.

Referensi

Devi, S., & Rahman, S. 2022. Hubungan Lama Menjalani Terapi Hemodialisis Dengan Kualitas Hidup Pasien Penyakit Ginjal Kronik Di Rumah Sakit Khusus Ginjal Rasyida. Jurnal Ilmiah Kohesi, 6(1), 61-67

Febyana, F., & Nursamsiyah, R. (2023). Tata Kelola Rekam Medis Berbasis Elektronik dalam Monitoring Pasien Hemodialisa di RSUD Al-Ihsan. Jurnal Indonesia: Manajemen Informatika dan Komunikasi, 4(3), 924–935.

Fatimah, L. F., Utomo, E. K., & Sani, F. N. (2025). Hubungan Kepatuhan Pembatasan Cairan dan Lama Hemodialisis dengan Kualitas Hidup Pasien Penyakit Ginjal Kronik. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 7(1), 143–150.

Fitriani, L. (2019). Dukungan kebijakan dan kepemimpinan dalam pengembangan layanan HD.

Fitriyani A, Nugroho RA, Sari NP. Faktor keberhasilan penggunaan Mobile JKN dalam pelayanan kesehatan. J Kesehatan Digital. 2020;5(1):22–30.

Handayani, R. S., & Utami, E. (2021). Kepemimpinan responsif rumah sakit dan kepuasan pasien HD.

Hidayat, A., & Lestari, W. (2021). Transformational leadership and health service quality: a review. Journal of Health Policy and Management, 6(1), 12–19.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Pedoman Pelayanan Hemodialisis di Rumah Sakit. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Gagal Ginjal Kronik dan Penyebabnya. Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan.

Mutale, Wilbroad, et al. Systems thinking in practice: the current status of the six WHO building blocks for health system strengthening in three BHOMA intervention districts of Zambia: a baseline qualitative study. BMC health services research, 2013, 13: 1-9

Mutiarasari, D., Putri, R. H., & Lestari, W. (2021). Implementasi SIMRS dalam meningkatkan efisiensi pelayanan rumah sakit. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, 24(2), 85–92.

Nugroho, D., Putri, N., & Rahman, A. (2022). Tantangan pembiayaan hemodialisis pada sistem JKN. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 17(3), 141–148.

Pradana, F., Lestari, H., & Santoso, B. (2021). Dampak pembiayaan BPJS terhadap akses pasien hemodialisis. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, 24(2), 75–82.

Putri, A., Nugroho, B., & Sari, P. (2021). Kepuasan pasien dan kepatuhan terapi pada penderita gagal ginjal kronis. Jurnal Ners, 16(2), 112–119.

Rahardjo A, Lestari H, Nugroho D. (2021). Ketersediaan obat dan dampaknya terhadap kepuasan pasien di rumah sakit rujukan. J Manaj Pelayanan Kesehatan. 2021;24(3):112–9.

Rustandi, H., Tranado, H., & Pransasti, T. 2018. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Hidup Pasien Chronic Kidney Disease yang Menjalani Hemodialisa di Ruang Hemodialisa. Jurnal Keperawatan Silampari, 1(2), 32–46. https://doi.org/10.31539/jks.v1i2.8.

Shadrina, D., Susanto, A. D., & Sartika, I. (2024). Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan Hubungan Lama Menjalani Hemodialisis Dengan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik Di Unit Hemodialisa RSUD Balaraja Tahun 2024. Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan, 2(2), 404–410

Rahmawati, I., Susanti, N., & Hidayah, R. (2020). Hubungan kualitas pelayanan dengan kepuasan pasien hemodialisis. Jurnal Keperawatan Medikal Bedah, 8(1), 25–33.

Yasmine, R. J. (2024). Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kecemasan pada Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisa di RS UKI Jakarta. Universitas MH Thamrin.

Widjaja R, Permana Y, Suryani E. Manajemen logistik pelayanan hemodialisis di rumah sakit rujukan: studi kualitatif. J Kesehatan Masyarakat. 2023;18(1):45–56

WHO. (2007). Everybody’s Business: Strengthening Health Systems to Improve Health Outcomes. Geneva: World Health Organization.

WHO. (2010). Monitoring the building blocks of health systems. Geneva, Switzerland: WHO Document Production Services, 2010

Wulandari A, Hartono B, Prasetyo D. (2022). Kendala penerapan SIMRS di rumah sakit daerah: studi kualitatif. J Kesehatan Masyarakat. 2022;17(1):33–41.

Zulfan, E, I., Islami, Z. R., & Yusnisman, R. (2021). Hubungan Dukungan Keluarga Dan Lama Hemodialisis Dengan Depresi Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik (GGK) Yang Menjalani Hemodialisis Di Unit Hemodialisa. Jurnal Kesehatan Mercusuar, 3(2), 60–67. https://doi.org/10.36984/jkm.v3i2.203

Unduhan

Diterbitkan

04/09/2026

Cara Mengutip

Evi Wulansari, Rustika, Dwi Nastiti Ismarawanti, & Rossi Suparman. (2026). EVALUASI IMPLEMENTASI PELAYANAN HEMODIALISIS DI RSD GUNUNG JATI KOTA CIREBON TAHUN 2025 . Jurnal Mitra, 5(1). Diambil dari https://jurnal.mitrasmart.co.id/index.php/jm/article/view/191