HUBUNGAN HEALTH LOCUS OF CONTROL DAN PENGETAHUAN ROKOK ELEKTRIK DENGAN PERILAKU MEROKOK PADA MAHASISWI PEROKOK ELEKTRIK DI COFFEE SHOP X TAHUN 2024
Abstrak
Belakangan ini di Indonesia mulai terlihat banyak masyarakat yang mengkomsumsi rokok elektrik untuk meningkatkan popularitas atau mengikuti trend di era globalisasi. Penggunaan vape atau rokok elektrik di kalangan masyarakat baik di kalangan laki - laki maupun perempuan menyukai adanya perubahan baru pada penggunaan rokok sehingga tidak dikatakan ketinggalan zaman. Di Kapanewon Depok keberadaan perempuan yang merokok di depan umum menjadi pemandangan yang sering terjadi tingkat kebutuhan akan pengetahuan rokok elektrik yang moderen, membuat anggota masyarakat khususnya perempuan untuk mencoba hal-hal baru dalam hidupnya. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan Health locus of control dan pengetahuan rokok elektrik dengan perilaku mahasiswi perokok elektrik di Coffee Shop X.Metode penelitian:Jenis penelitian ini adalah mengunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah Mahasiswi. Populasi dalam penelitian ini 30 sampel. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sample. Pengumpulan data mengunakan kuesioner. Analisis data menggunakan chi- square. Hasil Penelitian: Analisis data dengan menggunakan analisis univariate dan bivariate. Dengan uji Chi-Square diperoleh hasil 0,004<0,05 artinya terdapat hubungan antara Health locus of control dengan perilaku merokok. Dan hasil Chi-Square 0,019<0,05 artinya terdapat hubungan antara pengetahuan rokok elektrik dengan perilaku merokok. Kesimpulan: Ada hubungan Health locus of control dan pengetahuan rokok elektrik dengan perilaku merokok pada wanita perokok elektrik yang berstatus mahasiswi di Coffee Shop X Tahun 2024
Referensi
Allen, B. P. (2003). Personality Theories: Development, Growth, and Diversity 4th Edition. United States of America: Pearson Education Inc.
Araujo, D. (2009). Hubungan Tingkat Pengetahuan tentang Merokok dengan Perilaku Merokok Mahasiswa Timor Leste di Yogyakarta. [Skripsi]. Yogyakarta: STIKes Wira Husada Yogyakarta.
Arikunto, S. (2019). Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.
Aula, L. E. (2010). Stop Merokok. Jogjakarta: Garailmu.
Azwar, S. (2011). Sikap Manusia: Teori dan Pengukurannya Edisi ke-2. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. (2018). Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2018. Jakarta: Kemenkes RI.
BPOM. (2015). Kajian Rokok Elektrik Di Indonesia. Jakarta: Direktorat Pengawasan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif.
BPOM. (2017). Kajian Rokok Elektrik di Indonesia Edisi Kedua. Jakarta: Direktorat Pengawasan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif.
Buss, D. M., & Larsen, R. J. (2010). Personality Psychology Fourth Edition. McGraw-Hill.
C. Mowen, J., & Minor, M. (2001). Perilaku Konsumen (Jilid 1) Edisi Kelima. Jakarta: Erlangga.
Caponnetto, P., et al. (2012). The emerging phenomenon of electronic cigarettes. Pubmed, 6(1), 63-74. doi: 10.1586/ers.11.92.
Chalampa, B. (2010). Hubungan Pengetahuan Remaja tentang Dampak Rokok bagi Kesehatan dengan Sikap Siswa terhadap Rokok di SMKN 1 Makassar. [Skripsi]. Makassar: Universitas Hasanuddin.
Dwi Muliyana, & Ida Leida M. Thaha. (2013). Faktor yang berhubungan dengan tindakan merokok pada mahasiswa Universitas Hasanuddin Makassar. Jurnal MKMI, 109-119.
Etter, J. F., & Bullen, C. (2011). Saliva cotinine levels in users of electronic cigarettes. Eur. Respir. J., 38, 1219-1220.
Fikriyah, S., & Febrijanto, Y. (2012). Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku merokok pada mahasiswa laki-laki di asrama putra. Jurnal STIKES, 5(1), 99-109.
Fitria, M. S., & Sufriani. (2018). Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pada anak usia sekolah. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan, 3(2).
Fitriani R, K., & Mustafa, Z. (2020). Penggunaan Rokok Elektrik (VAPE) Di Kota Makassar Perspektif Hukum Islam. Jurnal Ilmiah Mahasiswa.
Forte, A. (2005). Locus of control and the Moral Reasoning of Managers. Journal of Business Ethics, 58, 65–77.
Fuadah, H. (2012). Faktor Penyebab Perilaku Merokok Pada Mahasiswi Di Perguruan Tinggi Swasta X Yogyakarta 2012. [Tugas Akhir]. Yogyakarta: Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta.
Goniewicz, M. L., et al. (2013). Nicotine Levels in Electronic Cigarettes. Nicotine & Tobacco Research, 15, 158-166.
Hajek, P., et al. (2014). Electronic Cigarettes Review Of Use, Content, Safety, Effects On Smokers And Potential For Harm And Benefit. UK: Addiction.
Haryanto, S. (2010). Terapi Seks. Yogyakarta: Kanisius.
Higayon, A. (2023). Pertimbangan Pengguna Rokok Konvensional Yang Beralih Menggunakan Rokok Elektrik (Penelitian Deskriptif Kualitatif pada Mahasiswa FISIP UAJY). [Doctoral Dissertation]. Yogyakarta: Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
Iffah, N., & Faradina, S. (2018). Hubungan Health Locus of Control Dengan Perilaku Merokok Pada Remaja. Journal Psikogenesis, 6(1), 46-53.
Indra, F. I., Hasneli, Y., & Utami, S. (2015). Gambaran Psikologis Perokok Tembakau Yang Beralih Menggunakan Rokok Elektrik (Vaporizer). Jurnal Online Mahasiswa Universitas Riau, 2(2), 1285-1291.
Jayanti, P. M. D., & Rahmatika, R. (2019). Health locus of control pada perawat yang merokok dan yang tidak merokok. Journal Psikogenesis, 7(1), 67-76.
Karini, T. A. (2017). Fenomena Perokok Wanita Di Wilayah Kerja Puskesmas Tes, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu. [Dissertation]. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.
Karini, T. A., & Padmawati, R. S. (2018). Fenomena sosial unik pada perokok wanita di Kabupaten Lebong Bengkulu Indonesia. Journal UGM.
Komalasari, D., & Helmi, A. F. (2015). Faktor-Faktor Penyebab Perilaku Merokok Pada Remaja. Jurnal Psikologi.
Munir, M. (2018). Pengetahuan dan Sikap Remaja tentang Risiko Merokok pada Santri Mahasiswa di Asrama UIN Sunan Ampel Surabaya. Surabaya: UIN Sunan Ampel Surabaya.
Nasution, I. K. (2007). Perilaku Merokok Pada Remaja. Medan: Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara.
Notoatmodjo, S. (2007). Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S. (2013). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Nurjanah, N., & Rahmatika, R. (2017). Hubungan antara Health Locus of Control dan Self Efficacy Berhenti Merokok pada Mahasiswa Keperawatan yang Merokok. Schema Journal Unisba.
Pelawi, K. A., & Siregar, P. A. (2023). Gambaran Pengetahuan Bahaya Rokok Elektrik (Vape) Pada Remaja Putri Di Kota Medan. Jurnal Kesehatan, 1(2), 287-295.
Pisinger, C., & Døssing, M. (2014). A systematic review of health effects of electronic cigarettes. Preventive Medicine, 69, 248–60.
Pradana, H. T. (2014). Hubungan antara pengetahuan, sikap dan perilaku remaja tentang merokok di Program Studi Ilmu Keperawatan semester 4 dan 6 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. [Skripsi]. Yogyakarta: Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Pratita, M. Y., & Putra, S. R. (2012). Isolasi Dan Identifikasi Bakteri Termofilik Dari Sumber Mata Air Panas Di Songgoriti Setelah Dua Hari Inkubasi. Jurnal.
Purba, N. A., & Permatasari, R. F. (2021). Gaya Hidup dan Health Locus Of Control Terhadap Perilaku Merokok Pada Wanita Perokok Elektrik. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 9(2), 357.
Ramadani, P. S., Rifani, R., & Firdaus, F. (2023). Pengaruh Health Locus of Control terhadap Perilaku Makan pada Remaja Putri di Kota Makassar. Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan, 2(2), 204-211.
Safitri, I. N. (2013). Kepatuhan penderita diabetes mellitus tipe II ditinjau dari locus of control. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 1(2).
Sardiman, A. M. (2007). Integrasi dan Motivasi Belajar Mengajar. Bandung: Rajawali Pers.
Schultz, D. P., & Schultz, S. E. (2005). Theories Of Personality: Eighth Edition. USA: Wadsworth.
Shofa, M. L. (2023). Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Perilaku Merokok Pada Remaja Di Desa Kebonsari Kecamatan Rowosari. [Doctoral Dissertation]. Semarang: Universitas PGRI Semarang.
Subanada, I. B. (2008). Tumbuh Kembang Remaja dan Permasalahannya. Jakarta: Sagung Seto.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sunaryo. (2004). Psikologi untuk Keperawatan. Jakarta: EGC.
Susilo, S. (2009). Psikologi Sosial. Surabaya: Jenggala Pustaka Utama.
Syarfa, I. (2015). Gambaran Tingkat Pengetahuan, Perilaku Merokok Dan Nikotin Dependen Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Jakarta.
Tanuwihardja, R. M., & Susanto, A. D. (2012). Rokok Elektrik (Electronic Cigarette). Jurnal Respirasi Indonesia, 32(1), 53-61.
Tim Pengembang Ilmu Pendidikan FIP – UPI. (2007). Ilmu dan Aplikasi Pendidikan. Sumedang: PT Imtima.
Wallston, B. S., & Wallston, K. A. (1978). Locus of control and health: a review of the literature. Health Education Monographs.
Wetherall, C. F. (2008). Lima Langkah Jitu Cara Berhenti Merokok. Jakarta: Darul Haq.
Williams, M., Villarreal, A., Bozhilov, K., Lin, S., & Talbot, P. (2013). Metal and silicate particles including nanoparticles are present in electronic cigarette cartomizer fluid and aerosol. PLoS One, 8, e57987.








